Jumat, 11 Januari 2013

PEDOSFER


http://soerya.surabaya.go.id/AuP/e-DU.KONTEN/edukasi.net/Geografi/Pedosfer/images/hal_1.jpg

1. Definisi
 Tanah adalah kumpulan dari benda alam di permukaan bumi yang tersusun dalam horizon-horizon, terdiri dari campuran bahan mineral organic, air, udara dan merupakan media tumbuhnya tanaman
2. Factor Pembentuk Tanah
1. Iklim
Factor iklim yang berupa curah hujan dan temperature merupakan factor yang sangat penting dalam proses pembentukan tanah. Tingkat curah hujan dan suhu yang tinggi di daerah tropis menyebabkan reaksi kimia berjalan dengan cepat sehingga proses pelapukan dan
pencucian berjalan cepat.
2. Organisme
Peranan organisme dalam proses pembentukan tanah sangat besar, akumulasi bahan organisme, siklus unsure hara, dan pembentukan struktur tanah yang stabil sangat dipengaruhi oleh kegiatan organisme dalam tanah.
3. Bahan Induk
Jenis batuan di Indonesia, bahan induk pembentuk tanah meliputi; batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf
4. Topografi
Factor topografi yang mempengaruhi proses pembentukan tanah di Indonesia yaitu bentuk lahan dan kemiringan lereng. Factor topografi berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dengan cara berikut:
a. Mempengaruhi jumlah air hujan yang meresap
b. Mempengaruhi dalamnya air tanah
c. Mempengaruhi tinggi rendahnya erosi
d. Mengarahkan gerakan air berikut bahan-bahan yang terlarut di dalamnya.
5. Waktu
Tanah merupakan benda alam yang terus menerus berubah sehingga akibat pelapukan dan pencucian tanah yang terus menerus maka tanah semakin tua
3. Komponen-komponen Pembentukan Tanah
a. Bahan Mineral

Bahan mineral dalam tanah berasal dari pelapukan batu-batuan. Oleh karena itu, susunan mineral  di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan mineral dan batu-batuan yang telah lapuk. Batuan dapat dibedakan menjadi batuan beku atau batuan vulkanik (dari gunung berapi), batuan endapan (sedimen) dan batuan metamorf.
Mineral tanah dibedakan menjadi mineral primer, yaitu mineral yang berasal dari batuan yang lapuk, dan mineral sekunder yaitu mineral bentukan baru yang terbentuk selama proses pembentukan tanah berlangsung.
b. Bahan Organik
Bahan organikk umumnya ditemukan di permukaan tanah. Jumlahnya tidak besar, hanya sekitar 3-5%, tetapi pengaruhnya terhadap sifat-sifat tanah besar sekali, yaitu:
  1. Sebagai granulator, yaitu memperbaiki struktur tanah
  2. Sumber unsure hara N, P, S dan unsure mikro
  3. Menambah kemampuan tanah untuk menahan air
  4. Menambah kemampuan tanah untuk menahan unsure-unsur hara
  5. Sumber energy bagi mikroorganisme
c. Air
Air terdapat di dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik, baik kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Manfaat air untuk pertumbuhan tanaman yaitu:
1. Sebagai unsure hara tanaman
Tanaman memerlukan air dari tanah dan C02 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis
2. Sebagai pelarut unsure hara
Unsure-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman
Sebagai bagian dari sel-sel tanaman, air merupakan bagian dari protoplasma. Persediaan air di dalam tanah tergantung dari;
  1. Banyaknya curah hujan atau air irigasi
  2. Kemampuan tanah menahan air
  3. Besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan vegetasi)
  4. Tingginya muka air tanah
d. Udara
Udara dan air mengisi pori-pori tanah. Banyak pori-pori di dalam tanah berbeda dengan susunan udara di atmosfer. Adapun susunan udara dalam tanah yaitu;
  1. Kandungan uap air lebih tinggi
  2. Kandungan CO2 lebih besar daripada atmosfer
  3. Kandungan O2 lebih kecil daripada atmosfer
4. Warna Tanah
Warna tanah merupakan penunjuk untuk menentukan sifat tanah karena warna tanah dipengaruhi oleh beberapa factor yang terdapat dalam tanah.
Perbedaan warna tanah pada umumnya dipengaruhi oleh kandungan bahan organic. Makin tinggi kandungan bahan organic maka warna tanah makin gelap. Pada lapisan tanah bagian bawah, kandungan bahan organic pada umumnya rendah, sehingga warna tanah dipengaruhi oleh banyaknya senyawa Fe (besi)
5. Profil Tanah
Profil tanah adalah penempang vertical dari tanah yang menunjukkan susunan horizon. Horizon-horizon yang menyusun profil tanah berturut-turut dari atas ke bawah adalah

horizon O, A, B, C, sedangkan horizon yang menyusun solum tanah adalah hanya horizon A dan B
Horizon O
Ditemukan terutama pada tanah-tanah hutan yang belum terganggu, merupakan horizon organic yang terbentuk diatas lapisan tanah mineral
Horizon A
Ditemukan dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan mineral. Merupakan horizon aluviasi, yaitu horizon yang mengalami pencucian
Horizon B
Horizon iluviasi (penimbunan) dari bahan-bahan yang tercuci diatasnya
Horizon C
Bahan induk sedikit terlapuk
Horizon D
Batuan keras yang belum lapuk
6. pH Tanah
Yang dimaksud pH tanah adalah derajat keasaman tanah
7. Tekstur Tanah
Tanah terdiri dari butir-butir tanah dengan berbagai ukuran. Bagian tanah yang berukuran lebih dari 2 mm disebut bahan kasar (kerikil sampai batu)
Tekstur tanah menunjukkan kasar halusnya tanah, berdasarkan atas perbandingan banyak butir-butir pasir, debu dan liat.
Di lapangan, tekstur tanah dapat ditentukan dengan memijit tanah basah diantara jari-jari., sambil dirasakan halus kasarnya, yaitu dirasakan adanya butir-butir pasir, debu, liat dan sebagainya.
8. Klasifikasi Tanah
Usaha untuk membeda-bedakan tanah berdasarkan sifat-sifat yang dimiliki. Sifat tanah berbeda-beda, misalnya ada yang berwarna merah, hitam dan kelabu. Ada yang bertekstur pasir, debu dan liat. Membedakan sifat-sifat tersebut berarti melakukan klasifikasi tanah meskipun dengan cara yang sederhana.
Jenis dan ciri tanah di Indonesia.
a. Tanah organik                                        f. Tanah andosol
b. Tanah aluvial                                          g. Tanah grumusol
c. Tanah litosol                                           h. Tanah garam
d. Tanah regosol                                        i.  Tanah podzol
e. Tanah merah                                           j.  Tanah hidrosol
 source: http://zahrosofie.wordpress.com/2011/02/06/tanahpedosfer-2/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar